Pembuat Permintaan API

Buat, kirim, dan periksa permintaan HTTP API — HTTP client ringan langsung di browser

Membagikan:

Pembuat Permintaan API

Mengapa menggunakan pembuat permintaan API?

Menguji REST API biasanya memerlukan instalasi Postman, Insomnia, atau menulis perintah curl. HTTP client berbasis browser kami tidak memerlukan instalasi — buka dan kirim permintaan langsung.

🔀

Semua Metode HTTP

Mendukung GET, POST, PUT, PATCH, DELETE dengan header khusus dan body JSON/form

📊

Respons yang Diformat

Body respons otomatis ditampilkan dengan indentasi; kode status dan waktu respons terlihat jelas

Siap Digunakan Langsung

Tidak perlu instalasi — sepenuhnya berjalan di browser, tanpa akun atau plugin

Kirim permintaan API dalam 3 langkah

1

Masukkan URL dan metode

Masukkan URL endpoint API dan pilih metode HTTP (GET, POST, dll.)

2

Tambahkan header dan body

Tambahkan Authorization, Content-Type, dll. di tab 'Header'. Gunakan 'Body' untuk data POST/PUT.

3

Kirim dan periksa

Klik 'Kirim'. Body respons, kode status, dan waktu ditampilkan di bawah.

Kasus Penggunaan Pembuat Permintaan API

🐛

Debug API

Uji setiap endpoint dengan header dan body khusus untuk men-debug masalah autentikasi dan data

🔑

Uji Token Autentikasi

Uji Bearer, Basic Auth, dan skema API key tanpa menulis kode

🔍

Jelajahi API

Jelajahi API publik (GitHub, OpenWeather, JSONPlaceholder) dan pahami responsnya

📝

Reproduksi Bug

Reproduksi dan dokumentasikan bug API dengan data permintaan dan respons yang tepat untuk laporan bug

Praktik Terbaik Pengujian API

✓ Selalu atur Content-Type

Dengan body JSON, selalu sertakan Content-Type: application/json. Banyak API menolak atau salah menginterpretasikan permintaan tanpanya.

✓ Pahami batasan CORS

Browser memblokir permintaan lintas asal tanpa header CORS yang tepat. Gunakan curl atau proxy sisi server jika permintaan gagal di browser.

✓ Jangan hardcode API key

Gunakan variabel lingkungan dalam kode produksi. Alat ini untuk pengujian — jangan bagikan screenshot dengan API key asli.

✓ Periksa kode status HTTP

200=OK, 201=Dibuat, 400=Permintaan Buruk, 401=Tidak Diizinkan, 403=Dilarang, 404=Tidak Ditemukan, 500=Kesalahan Server.

❓ Pertanyaan yang Sering Diajukan

Mengapa permintaan lintas asal gagal?

Browser memberlakukan batasan CORS. Jika API target tidak memiliki header Access-Control-Allow-Origin, browser memblokir permintaan. Ini bukan bug — gunakan curl atau proxy backend untuk API tanpa CORS.

Bisakah saya mengirim permintaan multipart/form-data?

Pembuat saat ini mendukung body JSON dan teks. Untuk upload file dan permintaan form multi-bagian serupa, gunakan alat khusus seperti Postman.

Apakah ini alternatif untuk Postman?

Untuk pengujian cepat dan eksplorasi, ya. Untuk kolaborasi tim, koleksi tersimpan, lingkungan, dan pengujian otomatis, Postman atau Bruno menawarkan lebih banyak fungsionalitas.

Apa perbedaan antara PUT dan PATCH?

PUT menggantikan seluruh resource dengan body permintaan. PATCH menerapkan pembaruan parsial — hanya field dalam body yang berubah. Sebagian besar REST API menggunakan PATCH untuk pembaruan agar tidak menimpa field yang tidak berubah.